Home » » Inilah 150 Puisi Terpilih untuk Padang Kotaku!

Inilah 150 Puisi Terpilih untuk Padang Kotaku!

Posted by Penyair Gelas Kosong on Jumat, 07 Oktober 2011

Dewan juri semifinal Lomba Cipta Puisi Padang sepanjang Rabu, 5 Oktober 2011 di Padang bekerja keras menyeleksi 511 puisi yang masuk ke meja panitia. Dari jumlah itu, dewan juri menetapkan “150 Puisi Terpilih”. Ini tahapan pertama yang dilalui peserta yang karyanya lolos seleksi.

Menurut rencana, ke 150 puisi tersebut akan dibukukan sebagai kado istimewa buat Kota Padang Tercinta yang diprakarsai Ikatan Alumni Don Bosco (IADB) Padang.

Tahap kedua, pada 8 Oktober 2011 nanti akan diumumkan 75 puisi yang masuk nominasi. Semula nominator ditetapkan 50 puisi, namun setelah didiskusikan kembali panitia memutuskan menambah jumlah puisi nominasi yang masuk di tahapan ini. Tentu saja ini kabar gembira sehingga jumlah nominator bertambah dan diharapkan memberi spirit bagi peserta yang beruntung karyanya terpilih kembali.

Tahapan ketiga, 15 Oktober 2011, inilah saat yang paling mendebarkan sekaligus menentukan. Dewan juri final akan mengumumkan 3 puisi pemenang utama, dan 7 Puisi Terpuji yang berhak menerima hadiah yang telah disiapkan panitia penyelenggara, salah satunya paket Wisata Sastra ke Negeri Jiran Malaysia. Hmm...

Berikut nama peserta dan 150 Judul Puisi yang lolos di Tahapan Pertama (nama diurutkan sesuai abjad):

1.      Akhyar Fuadi (Sepanjang Padang Sepanjang Kenang)
2.      Agus Salim (Duka 7,6 Skala Richter)
3.      Ariesadhar (Padang dalam Kenanganku)
4.      Asep Syaeful Bahri (Sebuah Kisah Kawan dari Padang)
5.      Al Hafis (Serpihan Kenangan)
6.      Askar Marlindo (Kota Padangku)
7.      Aray Rayza Alisjahbana (Mengenalmu Hanya Sebatas Nama)
8.      Azwan (Padang Sepanjang Masa)
9.       Arif Budiman (Senja di Tepi Pantai Padang)
10.  Andi Markoni (Tersesat Mencari Kota)
11.  A’yat Khalili (Padang, Cinta tak Pernah Sirna)
12.  Aisyah Istiqamah Marsyah (Pada Padang yang Bercerita)
13.  Askar Marlindo (Kota Padangku)
14.  Alex R. Nainggolan (Pasar Sungai Sariak)
15.  A. Warits Rovi (Lanskap Sunyi Rumah Gadang)
16.  Asrina Novianti (Di Teluk Bayur)
17.  Aksan Taqwin (Antara Tisu dan Sapu Tangan)
18.  Af Kurniawan (Atas Nama Rendang,Atas Nama Lelaki)
19.  Arbi Syafri Tanjung (Padang di Tengah Waktu)
20.  Asril Koto (Bayangan September)
21.  Alizar Tanjung (Burung Andalas)
22.  Budi Saputra (Pantai Purus Tepi Kota)
23.  Budi Pamungkas (Rindu Padang di Atas Surga)
24.  Budhi Setyawan (Semalam di Padang)
25.  Bambang Widiatmoko (Kado Cinta Sederhana)
26.  Burhanuddin NS (Kado untuk Kota Padang)
27.  Bekti Suratmanto (Sajak Kesaksian)
28.  Bambang Subianto (Pedagang Padang)
29.  Deddy Arsya (Sunting Nias)
30.  Dimas Mahendra (Kerinduan yang Menyentakkan Kami)
31.  Dedi Supendra (Hikayat Seorang Wanita di Pucuk Bukit)
32.  Desio Isanov (Padang Cintaku Untukmu)
33.  Deni Arifin (Engkau Kota adalah Cinta)
34.  Diyano Piliang (…Peringatan, Cobaan, Hukuman)
35.  Deri Ilham (Musim Kenang di Kota Padang)
36.  Dodi Prananda (Menulis Kangen; Padang)
37.  Debi Ayu Lestari (Padang Your Motherland)
38.  Dedi Oscar Adams (Siti Nurbaya Tak Lagi Nestapa)
39.  Denny P. Cakrawala (Selepas Membaca Siti Nurbaya)
40.  DG. Kumarsana (Camin Taruih)
41.  Esha Tegar Putra (Padang Kota Tercinta, di Padang Kita Bercinta)
42.  Fatih Kudus Jaelani (Tentang Padang dan Sajak Minangmu)
43.  Fhadilla Amelia (Tanah Harapan)
44.  Fitri Kumala Sari (Padang di Suatu Senja)
45.   Fauzul Izmi (Untuk Bundo Kanduang)
46.  Firman Nofeki (Desau Nyiur Pelabuhan Muara)
47.  Farida Febriana (Sepenggal Kisah di Sarasah Pak Uruang)
48.  F. Rizal Alief (Sepasang Puisi di Kota Tua)
49.  Fadhli Basya (Menghormati Hari Jadi Kota Padang)
50.  Frans Ekodhanto Purba (Empat Wajah Padang)
51.  Gusmarni Zulkifli (Muaro)
52.  Hanna Zakiyya (Serpihan di Tanah Padang)
53.  Heni Kurniawati (Pengantin Padang)
54.  Husnil Khatimah (September Kotaku, Seusai Dua Tahun)
55.  Hakimah Rahmah Sari (Padang, Petang dan Puisi)
56.  Hifzil Irsyad (Malinkundang)
57.  Hendri Nova (Padangku)
58.  Hastami Cintya Luthfi (Padang Masihkah Berdendang)
59.  Heru Joni Putra (Taragak)
60.  Hasduni (Mimpi Kami Terbawa Angin Pantai Padang)
61.  Indo Pratama (Padangku Terasang Asing)
62.  Irfan Syariputra (Tentang Rindu di Tanah Kenangan Kita)
63.  Izzur Rozabi (Untukmu Taman Nirwanaku)
64.  Imam Apriansyah (Tapak Malinkundang)
65.  Idris Reficul (Senja di Atas Jembatan Siti Nurbaya)
66.  Irfan Maulana (Rendang Masakan Padang)
67.  Idris Siregar (Menaja Padang)
68.  Inung Imtihani (Kepada Mandeh)
69.  Istiana Shalihati (Kapas Pada Muara)
70.  Ida Ayu Utami (Saat Padang tak Pernah Sunyi)
71.  Indra Martini (Padang, Siti Nurbaya Bukan Malin Kundang)
72.  I Gusti Ayu Putu Mahindu Dewi Purbarini (Kado Sesloki Air)
73.   Ignatius Dwiana Mulyanto (Paduan Suara Kata dan Nada)
74.  Joel Andespad (Kenangan Sepanjang Masa)
75.  Kemas Ferri Rahman (Sejumlah Kenangan di Masa Lalu)
76.  Kurnia Hadinata (Epitaf Arau)
77.  Karta Kusumah (Cerita Bergambar Padang Buat si Sayang)
78.  Kartika Amellia (Kampung Halaman)
79.  Lina Khoirunnisa (Suatu Hari di Musim Tawa)
80.  Lili Asnita (Sekilas Petang di Padang)
81.  Latief S Nugraha (Di Serambi Masjid Raya Ganting)
82.  Mirdayanti (Ujung Gurun)
83.  Muskanedi (Masih Ada Surau)
84.  Mahdi Idris (Kota Padang, Muasal Kenangan Uda)
85.  Miftakhul Jannah (Batu Malin Menangis)
86.  Mona Lisa (Padang Tercinta)
87.  Muhammad Fadhli (Padang, 7 Agustus 1669)
88.  Meiriza Paramita (Taratak Pengembara)
89.  Miswar Ibrahim Njong (Padang di Suatu Ketika)
90.  Moh. Ghufron Cholid (Panggil Aku Siti Nurbaya)
91.  Mahatma Muhammad (Serindu Waktu di Kotaku)
92.  Melisa Asripal (Kepada yang Terkasih, Padang)
93.  Muhammad Taufiqurrohman (Pernik Alam Kota Padang)
94.  Mugya Syahreza Santosa (Seperti Penyair)
95.  Nyi Penengah Dewanti (Padang Menggulung Kenangan)
96.  Nur Efendi (Tentang Lelaki di Nagariku)
97.  N Na Lesmana (Di Jembatan Siti Nurbaya)
98.  Novita Efendi (Rendang Sang Jargon Padang)
99.  Nazatul Nadira (Padangku Melambai)
100.   Nidhom Fauzi (Jiwa Padang)
101.   Niken Kinanti (Anak Berkalung Tembaga)
102.   Oktaviany (Doa, Padangku)
103.   Pinto Anugrah (Kutinjau Laut Dipandang Padang)
104.   Putut Sumbardo (Mengerti)
105.   Putu Sugih Arta (Aku tak Lupa Rumah Gadang Itu)
106.   Rahmi Intan Jeyhan (Mengantar Mandeh Pulang)
107.   Rizki Saputra (Surat untuk Kotaku)
108.   Ryan Syair (Sajak untuk Kamu II)
109.   Rika Silviani (Semarak Kota Padang)
110.   Rahmizakia Rifka (Aku Rindu Mak, Teramat Rindu)
111.   Robbi Saputra El Kuray (Senandung Anak Pesisir)
112.   Rasnel Fahmi Irsyad (Bangkitlah Kau Negeriku Padang)
113.   Rifat Khan (Perempuan Padang)
114.   Ramoun Apta (Padang)
115.   Reski Kuantan (di Pantai Air Manis)
116.   Rizki Hardiansah (Makna di Akhir Cerita)
117.   Ratna Wahyu Lestari (Kutemukan Teduhku di Kota Padang)
118.   Riyadi Marshall (Tarian Kota Padang)
119.   Renda Septiani (Teluk Bungus)
120.   Rosikhul Iman (Mandi Hikmat)
121.   Reza Anindita (Godzilla)
122.   Ramli Oktapiadi Simanjuntak (Ketika Padang Berzikir)
123.   Rasyid Suryana (Gadis Kampung Batung dan Pinangan serta Kenangan)
124.   Santi Ela Sari (Tak Usah Lagi Kau Berulah Padangku Sayang)
125.   Sari Fitria (Panggung Siti Nurbaya)
126.   Sukron Sugandi (Saluang)
127.   Setio Hadi (Es Hadi) (Namaku Malin)
128.   Sujud Arismana (Meripih Hening di Kota Padang)
129.   Suguh Kurniawan (Kecup Terakhir Buat Amak Tilas di Teluk Bayur)
130.   Suhariyadi (Kusebut Namamu karena Mamakmu)
131.   Suantoko (Wejangan Mamak)
132.   Silfia Hanani (Kota Padang Dalam Catatanku)
133.   Tris Anova Arlim (Tembang Rindu Kota Perantau)


134.   Tubagus Rangga Efarasti (Lelaki yang Merindukan Ranah Minang)
135.   Thoni Mukharrom I.A (Cerita Ibu Saat Menidurkanku)
136.   Ummu Fatimah Ria Lestari (Menghadang Tanpa Persahabatan)
137.   Vironika Sri Wahyuningsih (Nostalgia Siti Nurbaya)
138.   Wisnhu Bagas Murtolo (Lagu 60-an)
139.   Windu Mandela (Membasahi Zaman)
140.   Wahyu Saputra (Bingkuang Kotaku)
141.   Wishu Muhamad (Induak Samba)
142.   Wisman (Jeritan Pengemis Pasar Raya Padang)
143.   Wayan Sunarta (Kutitip Rinduku)
144.   Yori Kayama (Di Pantai Padang, Aku Mengingat Beberapa Kejadian)
145.   Yunita (Nyanyian Kota Padang)
146.   Yuliani (Padangku)
147.   Yuka Fainka Putra (Folklore Urban Siti Nurbaya)
148.   Yudi Gunawan (Negeri Rantau)
149.   Yadi Alfateh (Selamat Pagi Ibu)
150.   Zulherma (Orang Kampung)

*** Terimakasih kepada dewan juri yang telah mempercayakan karyaku hingga terhimpun dengan karya rekan-rekan yang luar biasa... Selamat kepada penyair yang sudah lokos seleksi tahap 1, doakan aku supaya lolos seleksi tahap kedua hingga ketiga... Amin... Semoga damai bersama... Salam kegilaan dan tengat berkarya... ***

Puisi bisa dinikmati di:
http://padangdalampuisi.blogspot.com/2011/09/puisi-tubagus-rangga-efarasti.html

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger