Home » » Inilah Puisi Taufik Ismail yang dianggap Plagiat

Inilah Puisi Taufik Ismail yang dianggap Plagiat

Posted by Penyair Gelas Kosong on Sabtu, 26 November 2011

Inilah Puisi Taufik Ismail yang dianggap Plagiat
Puisi Kerendahan Hati mirip Karya Taufik Ismail dengan
Puisi Be The Best Of Whatever You Are Karya Douglas Malloch

Kabar tidak sedap datang menerpa mastro puisi Indonesia, ya hasil karya Taufik Ismail diduga melakukan plagiat dan mirip dengan hasil karya Douglas Malloch. Taugfik Ismail yang diduga melakukan plagiat sudah ramai dibicarakan di situs jejaring sosial maupun di situs microblogging. Taufik yang begitu fenomenal sepanjang masa dari hasil karya nya, menyentakan jutaan penggemarnya, jika itu benar benar melakukan plagiat dari hasil karya orang lain.

Penyair Taufik Ismail tak bersedia memberikan komentar apa pun terkait dugaan plagiarisme terhadap puisinya. "Masih saya pelajari itu. Saya belum bisa berkomentar tentang itu," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Kamis (31/3).

Bahkan, ketika ditanyakan soal proses kreatif bagaimana puisinya, Kerendahan Hati, ditulis, ia berkali-kali menolak memaparkannya. Lagi-lagi Taufik, dengan nada bicaranya yang tergesa, mengelak dan beralasan hendak mempelajari puisinya terlebih dahulu.

Dugaan plagiarisme puisi Taufik Ismail sangat ramai dibahas di jejaring sosial. Karyanya dituduh sangat mirip dengan puisi berjudul Be the Best of Whatever You Are karya Douglas Malloch.

Malloch adalah penyair kelahiran Muskegon, Michigan, Amerika Serikat, pada 1877. Ia menulis puisi untuk pertama kalinya pada usia sepuluh tahun, yang diterbitkan di Detroit News kala itu. Hingga kumpulan puisinya diterbitkan dalam bentuk buku berjudul In Forest Land dan menjadi buku terlaris.

Berikut kita simak puisi karya Douglas Malloch dan Taufik Ismail.

Be the Best of Whatever You Are
By Douglas Malloch

If you can’t be a pine on the top of the hill,
Be a scrub in the valley — but be
The best little scrub by the side of the rill;
Be a bush if you can’t be a tree.

If you can’t be a bush be a bit of the grass,
And some highway happier make;
If you can’t be a muskie then just be a bass —
But the liveliest bass in the lake!

We can’t all be captains, we’ve got to be crew,
There’s something for all of us here,
There’s big work to do, and there’s lesser to do,
And the task you must do is the near.

If you can’t be a highway then just be a trail,
If you can’t be the sun be a star;
It isn’t by size that you win or you fail —
Be the best of whatever you are!



Setelah diterjemahkan di mesin terjemahan Google :
Jadilah Terbaik Apapun Kau
Oleh Douglas Malloch

Jika Anda tidak bisa menjadi pinus di puncak bukit,
Jadilah scrub di lembah - tetapi
Semak kecil yang terbaik di sisi rill tersebut;
Jadilah semak jika Anda tidak dapat menjadi pohon.

Jika Anda tidak bisa menjadi semak menjadi sedikit rumput,
Dan beberapa jalan raya membuat lebih bahagia;
Jika Anda tidak dapat Muskie kemudian hanya menjadi sebuah bass -
Tapi bass liveliest di danau!

Kita tidak bisa semua akan kapten, kita harus menjadi awak,
Ada sesuatu untuk semua dari kita di sini,
Ada pekerjaan besar yang harus dilakukan, dan ada yang lebih rendah untuk melakukan,
Dan tugas yang harus Anda lakukan adalah dekat.

Jika Anda tidak dapat jalan raya kemudian hanya menjadi jejak,
Jika Anda tidak dapat matahari menjadi bintang;
Hal ini tidak dengan ukuran yang Anda menang atau Anda gagal -
Jadilah yang terbaik dari apa pun yang Anda!


>>>


Kerendahan Hati
Oleh Taufik Ismail

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau.

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yangmemperkuat tanggul pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….

Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….

Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

*** salam kegilaan dan tengat berkarya; Tamasya Musafir Kata *** 

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger