Home » » Tentang Gelas Kosong

Tentang Gelas Kosong

Posted by Penyair Gelas Kosong on Sabtu, 19 November 2011


Falsafah Hidup Sang Gelas Kosong 
Ttj: Tubagus Rangga Efarasti


ambisi itu harus diurus
ambisius itu harus digerus

yang tua sudah terengah, digusur
yang muda tapi cepat lelah, diatur
yang setengah-setengah, dikubur


Panancangan - Serang - Banten,
26 September 2009
Jam. 23:59 WIB

***

Tentang Gelas Kosong :

Gelas Kosong melambangkan kita sebagai makhluk mulia akan bahagia jika senantiasa berbagi dengan sesama. Ketika isi dalam Gelas Kosong itu mulai penuh, kita mulai melangkah untuk membagikannya kepada orang yang membutuhkan. Tidak tumpah keluar dan terbuang percuma. Alangkah malang dan meruginya jika apa yang telah kita terima kita hambur-hamburkan untuk memuaskan keinginan kita semata. Maka, mulai saat ini marilah kita bersama-sama menjadi insan pembelajar untuk selalu berbagi kebaikan dalam Ungkapan Hati Gelas Kosong...

Aku menulis hingga malam habis... Aku takkan menyerah hingga tulisanku menyejarah... Aku berlari hingga batas matahari... Akulah Sekumpulan Puisi Gelas Kosong...

Hidup adalah perbuatan, tidak akan pernah ada perubahan tanpa perbuatan... Karena dengan konsisten menulis maka manusia dapat mempertahankan ekosistem dan mewariskan sejarah untuk kehidupan berikutnya. Maka jangan pernah ragu untuk menjadi gelas kosong atau orang gila yang beretika tanpa perlu banyak beretorika di Tamasya Musafir Kata...

Aku adalah PRIA yang memberimu KESAN pada sebuah kesetiaan. LELAKI kecil di kamar kecil bersama catatan-catatan kecil. Ketika hidup melarungkan mimpi, ketika maut menyadarkan, ketika itulah aku kembali belajar dan terus belajar menjadi GELAS KOSONG bersama para insan pembelajar yang luar biasa TENGAT di taman kecil.

Kesimpulannya mudah saja :
  1. Gelas kosong akan tetap selalu kosong, karena kalau tidak kosong bukan gelas kosong tapi gelas berisi. 
  2. Kalau tidak mengenali gelas kosong maka biarkan saja gelas kosong itu berada pada tempatnya.
  3. Kalau ingin mengenali gelas kosong, aku rasa tidak perlu kehati-hatian. Cukup menuangkan kebaikan serta kedamaian ke dalamnya, maka kalau sudah penuh ia pun akan kembali berbalas kebaiakan dan kedamaian. 
  4. Kalau tidak mengenal gelas kosong tapi memelantingkannya, maka yang terjadi adalah: PECAH...!!!
  5. Kagaimana jika gelas kosong sudah pecah? Maka yang harus dilakukan tentulah memunggut pecahannya dengan kehati-hatian. Karena kalau tidak begitu, bisa saja pecahannya akan melukai bahkan bisa memutuskan urat nadi. Ya, itulah gelas kosong...!!!

*** Semoga damai bersama... Amin... ***

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger