Home » , , , » Info Event Misi Menulis Kemanusiaan: Sastra Jihad untuk Palestina

Info Event Misi Menulis Kemanusiaan: Sastra Jihad untuk Palestina

Posted by Penyair Gelas Kosong on Sabtu, 12 Juli 2014

DI GARIS DEPAN, KUTUNGGU KAU SAHABAT!

Dicari Penulis dan Pujangga Allah untuk saudara-saudara kita di Gaza dan Palestina



Tata Cara:
1. Like Fanspage Tubagus Rangga Efarasti di SINI
2. Like Fanspage CV. Efarasti Publishing di SINI
3. Gabung dalam Grup Facebook CV. Efarasti Publishing di SINI
4. Kirim inbox keikutsertaan di SINI atau di SINI
5. Mengikuti syarat dan ketentuan selanjutnya yang disepakati bersama

Rupa Karya:
1. Puisi
2. Prosa
3. Fiksi Mini
4. Cerpen
5. Surat
6. dll.

Penghargaan:
1. Seluruh naskah akan dibukukan dan diterbitkan secara indie di Efarasti Publishing
2. Masing-masing penulis mendapatkan buku terbit dan 1 keping CD
3. Seluruh kontributor mendapatkan e-Sertifikat Piagam Penghargaan (e-SPP)

Batas Waktu:
1. Event ini berlangsung selama kuota penulis masih belum memenuhi target
2. Event ini tidak berlaku/ akan ditutup jika kuota untuk penulis sudah terisi

Kami tunggu keikutsertaan rekan-rekan penulis.
Salam everlasting for a respect.

***

DEBU BATAS PALESTINA

Di mataku kulihat fakta, menyilat sejarah dari cinta dan amarah. Pelupur dari setiap air mata tanah Anbiya, membedah kepedihan para pujangga Allah, penjaga batas tanah syuhada. Genggam ketapelmu, Hei Jundullah! Kekuatan kita akan gentarkan nyali arogansi heksagram
hingga darah terakhir takkan terbungkam. Mereka yang menikam, provokasi batas aqidah dari manipulasi jahanam. Jenin, Grozny, Gaza hingga kecekung Kaspia merekam teritorial di hadapan batu para pejuang ketika mereka membangkang, dari hati Musa yang terbayar duka. Tebusi batas kebohongan warisan Samir hingga sadarku menembus batas stagnasi dunia. Fitnah yang tertuduh, dari seribu penimbun peluru. Merangkai tanpa malu untuk rudal yang sentuh tubuh Syaik Ahmad Yasinku dan air mata keluarga Rantisi, bagi kepedihan seluruh umat Islam di dunia ini.

Di mataku kulihat kau tersenyum sambil membunuh saudara kecilku yang sisakan jasad beku. 40 jam berlalu untuk 3.297 juta nyawa syahid di Sabra Satilla. Neraka yang cukup kau tawarkan, pintu surga yang begitu indah untuk tetap di garis depan. Perlawanan ini adalah panggilan nurani, bagi mereka yang mau membuka hati ceria atas tawa yang tercuri. Sesuatu yang harus kita rebut kembali, sesuatu yang harus kita jaga hingga akhir zaman ini. Senapan seragam besi dan tank baja para penjajah agama, propaganda Jahiliyah di atas media massa temukan hidayah dari para pewaris Intifadah. Di garis depan kutunggu kau sahabat! Kutunggu Kau sahabat! Yang Tak akan pernah ada perdamaian bagi mereka yang tak pernah mengharagai agama kita. Menepis setiap debu di garis batas perlawanan kita!

--- Allahuuuu Akbar...!!! ---

Teruntuk kalian yang merindukan mereka yang berdiri dari kebesaran para panji-panji kemegahan Islam, yang menguhunuskan pedang di atas kebathilan, yang bertutur bijak membangun keadilan dan kesejahteraan. Mereka yang maniskan intisari sejarah. Cerita panjang Syuhada tanah Anbiya. Abu Bakar Ash Siddiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Thalib hingga kebesaran Umar Bin Abdul Aziz. Lihatlah bingkai kenangan itu kawan warisan dari legenda para Mujahid! Pemimpin garis depan terbaik seperti Khalid Bin Walid, Pujangga Kalimatullah yang getarkan nyali para kafir dunia. Berdiri dari pewaris Abu Barzah Bin Al Zahra, Al Mutsad bin Abi Wariq Sah, Saad Bin Abi Waqash. Bagi kita para penerus Intifadah ini, generasi para penjaga batas serangan Zionis, mimpi buruk paranoia Liberalis seperti ketika Salahudin Al-Ayyubi meratakan arogansi salibis. Maka, tetaplah optimis, terserah fitnah yang menyebut kita fasis atau rasis, bahkan teroris! Bagi jalan Allah yang termanipulasi kaum Hipokritis, terjagalah hei petinggi Syuhada! hanya kematianlah akhir dari perjuangan kita bagi dunia yang tak pernah menghargai akhlak kita. Di mataku kulihat fakta karena itulah aku enggan menyerah, Islam harus merdeka atau aku harus Syahid di jalan Allah!

--- Allahuuuu Akbar...!!! ---

#Thufail Al Ghifari

*** 

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger