Home » , , » Kisah yang Menyentuh Hati (Si Meme Bekasi)

Kisah yang Menyentuh Hati (Si Meme Bekasi)

Posted by Penyair Gelas Kosong on Kamis, 16 Oktober 2014


Pembuat Cerita : Rangga
Pembuat Gambar : Netter Indonesia
Pem-bully : Anonim

SEKEDAR LUCU-LUCUAN AJA GAN,
JANGAN DIANGGAP SERIUS...!!!


Ini kisah perjalan hidupku, kalian harus tahu!
Meski pedih hati ini, meski sudah kering air mata ini, apa boleh buat, aku harus menceritakannya. Anak-anak, cucu-cucu kita harus juga tahu betapa makhluk di bumi itu mengintimidasiku.


Bermula dari masyarakat bumi yang mem-bully Bekasi, pada akhirnya marak tersebar di media sosial dan menjadi trending topic di twitter. Lalu media cetak, koran lokal pun menjadikan berita utama ini.


Reporter berita pun tak mau kalah untuk membahas soal pem-bully-an Bekasi.


Sebentar lagi tanggal 20 Oktober 2014, presiden terpilih Jokowi akan dilantik menjadi Presiden RI yang ke-7. Itu berita yang biasa saja bagiku, tapi stetment-nya membuat jantung ini mau loncat. Sukses dengan e-ID, e-Goverment, e-Budgeting dan e-Puchasing, beliau pun akan membuatkan e-Ada Bekasi. Ironis!


Setelah itu penderitaanku belum tuntas. Bekasi dilempar keluar dari deretan JABODETABEK (akronim dari beberapa kota di antaranya: JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG dan BEKASI). Tapi akhirnya Bekasi pun terasingkan dari muka bumi.


Berhar-hari aku pun berada di antara bumi dan matahari. Ya, aku terasingkan kejamnya dunia. Hiks... :(


Orang-orang bumi penasaran dengan keberadaanku. Dengan berbekal ilmu pengetahuan dan roket, mereka pun menuju ke antariksa untuk menemuiku. Entahlah, apakah mereka ingin mengajakku kembali ke bumi atau mereka akan kembali mem-bully diriku.


Mereka mampir dulu ke bulan, mungkin mau cari warteg buat makan siang. Setelah selesai santap siang, saat mereka hendak menemuiku, mereka menemukan sebuah petunjuk arah jalan yang tertancap di bulan. Dan betapa tambah malangnya diriku, ternyata aku benar-benar sudah bukan bagian dari bumi.


Salah satu dari astronot yang melihat petunjuk arah jalan itu berkata kepada astronot lainnya:
"Bro, di sana ada planet namanya Bekasi."
Lawan bicaranya hanya menunjukkan raut muka yang benar-benar ketakutan. Seakan-akan banyak sekali ancaman dan tak mungkin mereka akan selamat jika tetap melanjutkan perjalanannya untuk menemuiku.


Sesampainya di sana, makhluk bumi semakin terperanjat setelah menyaksikan betapa teriknya matahari di Bekasi.


Usut punya usut, ternyata saat membaca buku sejarah dunia. Pada tahun 1970-an, Bekasi memang pada awalnya sudah terpisah dari bumi. Bekasi yang tidak lain adalah aku seperti anak tiri di antariksa luas.




Beredarlah buku Atlas yang menjual peta Indonesia dan untuk peta Bekasi sendiri dijual terpisah. Bahkan buku ini akan segera dipasarkan ke seluruh masyarakat dunia.



Bersambung dulu ya, aku sudah tak tahan dengan semua ini....

***

Profil Penulis:
Rangga adalah seorang pria dengan type romantis dan setia. Pekerja seni yang lahir di Serang, 26 September ini memiliki nama pena Tubagus Rangga Efarasti. Beberapa buku solo dan antologinya dengan para penulis nasional pun sudah sukses ia telurkan (hasil mengeram). Ternyata oh ternyata, dia terdaftar sebagai seorang guru di salah satu SD Negeri terkenal di Kota Serang. Guru yang satu ini memang unik dan menarik, tidak seperti guru-guru SD pada umumnya. Tapi kalau soal ajar-mengajar dia ahlinya, itu terbukti dengan lulusnya dia di tahun 2012 akhir sebagai seorang sarjana PGSD. Hey, lalu mengapa dia begitu peduli sampai niat banget buat kisah singkat tentang si Meme Bekasi ini?! Cari tahu sendiri saja atau bisa langsung tanya via PIN: 7cc4017c.

***

SHARE :
CB Blogger
Comments
1 Comments

1 komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger