Home » » Tamasya Diskusi 3

Tamasya Diskusi 3

Posted by Penyair Gelas Kosong on Senin, 17 September 2012

Masalah Itu Ada di dalam Diri Kita Sendiri


Assalamu'alaikum Tamta/ Tamtor dan rekan-rekan TRE yang berbahagia...
Catatan kali ini didasari dengan penemuan status rekan (adik) Bang TRE, seperti ini statusnya:

"Ternyata masalahnya ada di dalam diri kita sendiri ya?
Knapa dari dulu gw ga sadar ya?
Emang ya yg plg sulit itu memahami kelemahan diri sendiri."


Dapat kita temukan beberapa poin penting dari status ini, yaitu: Masalah, Diri Sendiri, Sadar, Pemahaman dan Kelemahan.

Tamta/ Tamtor: "Bang TRE, apa yang dimaksud dengan masalah?"

 "Pertanyaan yang bagus untuk mengawali diskusi kita kali ini. Secara harfiah masalah adalah harapan yang diciptakan atas dasar pemikiran manusia dan tidak sesuai pada kenyataannya."

Tamta/ Tamtor: "Apakah setiap manusia memiliki masalah?"

"Tergantung, selama manusia itu memiliki harapan sudah tentu dia memiliki masalah. Adapun orang yang tidak waras pada dasarnya tidak memiliki masalah, karena dia tidak memiliki harapan. Secara mata publik kita beranggapan orang yang tidak waras itu memiliki masalah terganggunya mental atau tidak terkoneksinya otak dengan orang tubuh lain."

Tamta/ Tamtor: "Bisa lebih didefinisikan tentang terganggunya mental itu Bang TRE?"

"Kalau dulu orang mengatakan bahwa mental yang sehat terletak dalam badan yang sehat, maka sekarang terbukti pula sebaliknya, yaitu kesehatan mental menentukan kesehatan badan. Akhir-akhir ini banyak terdapat penyakit yang dinamakan psychomatic, yaitu penyakit pada badan yang disebabkan oleh terganggunya mental. Sebagai contoh; Koruptor, Alay, Kaum Hedonisme, dlsb. Jadi kita harus mengenal diri kita sendiri."

Tamta/ Tamtor: "Mengenal diri kita sendiri? Maksudnya agar kita tidak bermasalah begitu Bang?"

"Pertanyaan yang luar biasa. Tapi bukan yang dimaksud agar tidak memiliki masalah tapi memperkecil ruang gerak masalah untuk merusak harapan kita."

Tamta/ Tamtor: "Lalu bagaimana caranya mengenali diri kita sendiri Bang TRE?"

"Pada dasarnya banyak cara untuk menerapkannya. Manusia dalam mengenal diri sendiri secara sederhana dapat memulainya maju dari apa yang sudah ia kenali, sehingga mendapatkan hasil yakni pengetahuan yang baru. Dengan demikian pekerjaan akal budi sangatlah berperan penting."

Tamta/ Tamtor: "Apa saja pekerjaan akal budi Bang?"

"Tiap-tiap pekerjaan akal budi memiliki tanda dengan pekerjaan nyata, yaitu:
1. pengertian dinyatakan dengan term;
2. putusan dinyatakan dengan kalimat;
3. pemikiran dinyatakan dengan pembuktian."

Tamta/ Tamtor: "Term itu apa Bang?"

"Lagi-lagi pertanyaan yang luar biasa. Term adalah suatu pengertian dari perwakilan universal. Ia dapat disebut dengan konsep, karena dengan perantaraannya seakan-akan akal budi menangkap atau melahirkan kesadaran, seperti halnya manusia sudah harus sadar bahwa ia memiliki kelemahan di samping ia memiliki kekuatan. Tapi yang perlu disadari jauh lebih penting lagi adalah, bahwasanya manusia memiliki kekuatan agar ia bisa memperkecil kelemahannya (kelemahannya tidak dapat diketahui oleh orang lain)."

Tamta/ Tamtor: "Oh begitu ya Bang. Mau tanya satu hal lagi Bang, boleh kan?"

"Oh ya silakan dengan senang hati. Semoga bisa menjawabnya."

Tamta/ Tamtor: "Bagaimana agar kita dapat menutupi kelemahan?"

"Pertanyaan penutup yang luar biasa. Pasti jawaban akan berbeda-beda jika pertanyaan ini diajukan pada publik karena setiap manusia nyaman dengan caranya masing-masing (ini bagi yang sudah menemukan caranya). Secara umum penerapan itu juga melakukan terapi psikologi. Bagi yang belum menemukan caranya bisa ditempuh dengan cara represi.
Apa itu repesi?
Represi adalah tekanan untuk melupakan hal-hal dan keinginan-keinginan yang tidak disetujui oleh hati nuraninya. Semacam usaha untuk memelihara diri supaya jangan terasa dorongan-dorongan yang tidak sesuai dengan hatinya. Proses itu akan terjadi secara tidak disadari, akan tetapi dapat dilatih dengan rajin beribadah, rajin berolahraga, rajin berdiskusi, yang paling penting adalah rajin berkomunikasi dengan diri sendiri."

Tamta/ Tamtor: "Apakah yang harus dilupakan adalah hal-hal negatif Bang TRE?"

"Seharusnya begitu, diprioritaskan manusia untuk melupakan hal-hal negatif agar dapat mencerminkan kepribadian yang positif di mata publik."

Tamta/ Tamtor: "Wah Bang TRE terimakasih nih atas materi diskusinya. Kapan-kapan main ke rumah ya."

"Kembali kasih. Semoga di hari ini dan untuk hari-hari berikutnya, kita semua sehat badan serta mental. Sehingga dapat mengenali diri kita sebelum kita menghadapi masalah yang tidak dapat kita kenali. Amin...
Nanti deh main ke rumah, memang rumahnya di mana gitu?"

Tamta/ Tamtor: "Apa perlu diberitahu Bang?"

"Harus atuh, kalau ga diberitahu, diberi tempe juga ga apa-apa deh... Hehehe... Ya gimana mau main ke rumah kalau Bang TRE ga tahu rumahnya?"

Tamta/ Tamtor: "Kasih tahu ga ya...???"

"Kasih tahu dong..."






Tamta/ Tamtor: "Rumahnya di hatimu, Bang TRE... *^_^*"

>>>

Salam SGB dan tengat berkarya
Tamasya Musafir Kata, 11 Maret 2012
Jam 11:03 WIB

***

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger