Home » » Puisi #8: Untuk Perempuanku dalam Pelukan Cinta

Puisi #8: Untuk Perempuanku dalam Pelukan Cinta

Posted by Penyair Gelas Kosong on Senin, 11 Agustus 2014

Untuk Perempuanku dalam Pelukan Cinta

 


kita bukan tercipta dari himpunan kata,
meski hanya sisa-sisa keikhlasan
kita adalah kita yang nyata dari diam ke arah riuh
sampai riak rasa kembali pada ketiadaan
kita pernah merakit kepingan-kepingan rindu
lalu tak tahu entah akan dibawa ke mana setelahnya
kita pun pernah terasing dalam lembar-lembar sejarah
yang kelak akan jadi susunan partikel cerita utuh
untuk dikisahkan kembali kepada janin lainnya

kita tak perlu ramai bercita-cita
jika masih ada yang tak sempat kita gambarkan
tentang tanya di masa depan
kita mesti berdua di antara kata yang tak terucap,
berharap jarum waktu semakin lambat berputar
kita ikrarkan janji atas pertemuan yang takkan pernah ada perpisahan
kita berkesempatan untuk menyimpan apik embun pagi
sampai akhir malam yang membisu
kita pantaskan keniscayaan damai,
maka jangan pernah sekalipun menghapus apapun
yang telah aku dan engkau tuliskan dalam setiap gerak bumi
semoga damai kita bersama... aamiin...

Dari Lelakimu dalam Dekapan Kata
 
Tubagus Rangga Efarasti - Serang Kota, 11/08/2014
@rangga_efarasti

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar

Berlangganan via Email

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Creating Website and CB Blogger