Home » » Puisi #11: Pintu ke Mana Saja

Puisi #11: Pintu ke Mana Saja

Posted by Penyair Gelas Kosong on Selasa, 12 Agustus 2014

Pintu ke Mana Saja



tiba-tiba ia datang berucap santun penuh malu
dari celah udara kamar tidurku
dalam kurun waktu menduka
ia belai kehangatan mendekap satu
tiba-tiba lain waktu ia datang laiknya benalu
metafisiknya selendangkan rindu
tubuhku terbelit gigiku beradu
oh sungguh terlalu, aku takkan berlalu
meski napas di selaput tawa ia tadahi
dengan airmata tercerai berai

niscaya kisi-kisi adalah ia puisi
penuh sesaki dalam gelasku tak berisi
meringkus ia tak menepi
memberangus dalam sepi
niscaya diksi-diksi adalah ia pintu ajaib
kubuka lebar-lebar biar tak raib

cintanya memfosil, lukanya membugil
beralur tajam kerikil, ditemani derai kian gigil
ia yang terpanggil dari setapak jejak kecil
lalu pergi lebih tiba-tiba dari hadirnya
terpanah ia,
berserah ia,
memapah ia,
tengadah ia,
ah, tak tahulah sudah
?!


Tubagus Rangga Efarasti - Serang - Banten, 16 November 2011
Jam. 23:00 WIB
@rangga_efarasti

SHARE :
CB Blogger
Comments
0 Comments

Posting Komentar

 
Copyright © 2014 Penyair Gelas Kosong. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Design by Rangga and Atika