Tubagus Rangga Efarasti - Visit Banten 2013
Semua yang ada di sini hanyalah untuk media promosi, bukan sebagai media jual-beli. Jika Anda berkenan dan berminat untuk mendengarkannya, silakan download secara gratis (link download sudah disediakan di setiap akhir info). Sebagai wujud kepedulian dan perhatian Anda terhadap negeri Indonesia tercinta (khususnya di ranah belantika musik tanah air) silakan beli lagu/ CD aslinya dengan kualitas suara yang lebih jernih dan komplit (bonus track). Lagu/ CD asli bisa didapatkan di website-website terpercaya atau di CD Store terdekat di kota Anda untuk tetap dapat menghargai karyanya. Salam Gelas Kosong - berkarya untuk bangsa yang berbudaya dan berkarakter.
Update Peserta Final Undangan Menulis Puisi dan Flash Fiction: “Mama, Gelar Pahlawan Sepanjang Masa”
A. Kategori Puisi:
- ? | Adiba Ad-Dawiyah
- ? | Tubagus Rangga Efarasti
- “Pahlawan Pendoaku” | Benedikta Anna
- “Surat Cintaku untuk Bunda” | Ameera Afya Nurjannah
- Air Mata Bunda | Nikodemus Niko
- Bunda (Cahaya dalam Hidupku) | Lina Khiyaroh
- Bunda, Engkau Mata Air Kehidupan | Edrida Pulungan
- Catatan Tentang Pahlawanku | Sri Asrifa
- Cinta Tulus dari Mama | Surya Fahlevi
- Cinta untuk Bunda | Annisa Mahmudah
- Dia Ibuku | Tenik Heldayani Guniar
- Doamu Mama | Yuni Yuindri
- Fatamorgana Hujan Milik Ibu | Reny Ariani
- Ibu | Lucky Genno Satrio
- Ibu | Muhammad Adi Fadlillah
- Ibu | Nadia Siti Maryam
- Ibu, Aku dan Bias Waktu | Danney Dunis
- Ibu, Engkau Nafas dari Seluruh Nafasku | Try Sulistiono Rizqi
- Ibu, Kau Belahan Jiwaku | Dyah Triasih
- Ibu, Kau Segala-galanya bagiku | Aroma Ruri Permata
- Ibu, Kau yang Terindah | Revina Elrainza
- Ibu, Matahari dan Bulan | Wildan Fauzi Rabbani
- Ibu, Penyemangat Hidupku | Zaniska Loveyka Permata
- Ibu, Tujuh Keajaiban Dunia | Amyra Jasmine
- Kau dan Buruk Sangkaku | Syauqila
- Kau Itu Pesulap | Jaenal Jalalludin
- Kenangku Tentang Kasihmu | Meliani
- Kepada Perempuan Bernama Surga | Aldy Istanzia Wiguna
- Ketulusan Hati Seorang Ibu | Alfi
- Kunci Surgaku | Nawank Wulan
- Kunci Surgaku | Takiara Ayunir Dara Dayu
- Malaikat Nyata | Gluck Fraulein
- Malaikat Tak Bersayap | Nuni Rachmawati
- Malam Bersamamu | Dhesfi Kedavra
- Mama | Dewi Nabilah Anwar
- Mama, Kau Laksana Bidadari | DSM Herlambang
- Memenuhi Catatan Waktuku | Lin Hana FAM879M
- Memorabilia Bersama Bunda | Yayuk Sulistiawati
- Mengenang Keperwiraanmu | Achmad A. Arifin
- Mimpi Itu dan Segala Sesuatu yang Memecah Putih Kakimu | Imam Apriansyah
- Motivatorku | ATEM
- Pada Suatu Masa | Shabrina Afrah
- Padamu Segalanya, Mama... | Octavia Nasution
- Pahlawan bagi Setiap Kehidupan | Eka Permata Yulfiani
- Pahlawan Jiwa | Mifta Resti
- Pahlawan Nomor Satuku | Eni NN
- Pahlawan Tanpa Batas | Anggitan K.
- Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Itu Mama | Khansa Alifah Nashhah
- Pelita Kasih | Lathifah Edib
- Pengorbanan Mama | Indah Permatasari
- Ratu Hatiku | Widia Aslima
- Rindu Ibu Sepanjang Bayang | Khuswatun Hasanah
- Rupa Sang Pembawa Surga, Mama | Teny Noor Fratiwi
- Sajak Ini untukmu, Ibu | Melly Waty
- Sajak Lentera | Bidha Nuriskha
- Sayapmu Sungguh Kuat | Tomy M Saragih
- Sebentuk Maaf | Yuni Ayu Amida
- Sebut “Ibu” Tiga Kali | Ajar Hayu
- Sekuntum Rindu | Diyar Oksana
- Selasar | Syihabul Furqon
- Semusim Rindu Milik Mama | Zahrah Satifa
- Seonggok Rindu untukmu, Bidadariku | Laily Rahmawati
- Seuntai Pena untuk Ibu | Tasha Hafidzanniswa
- Simfoni Ibu | Lauh Sutan Kusnandar
- Surga di Telapak Kakimu | Novita Hariyani
- Tak Ada yang Sepertimu | Yanfa An Nury
- Takkan Setara | Nurro Mahmudah
- Tentang Ibu | Opik Hidayat
- Terima Kasih Mama | Nurul Anisa
- Terima Kasih Pelitaku, Mamak | Ria Hidayah
- Terima Kasih Tak Terdefinisikan | Sinar Yunita Purba
- Tuturan Do’a untuk Ummi | Nikmal
- Untaian Kata untuk Ibuku | Tri Sadono
- Untukmu Oh Ibu | Muhamad Ali Bagja
- Wanita Suci | Riyan Haqiqi Anshor
- Wanita Teristimewa | Vika Nurdian Soleha
- Wira Hidup, Ini Janjiku! | Alin Mardiah
B. Kategori Flash Fiction:
- ? | Adiba Ad-Dawiyah
- ? | Elsa Khairun Nissa
- ? | Tubagus Rangga Efarasti
- 1095 Tangkai Mawar Putih | Ria Novayani
- Airmta untuk Mama | Liza Nopriza
- Catatan Hati untuk Mamaku Tercinta | Putri Rahayu
- Dia Malaikat Nyata | Gluck Fraulein
- Emakku | Nur Maimunah
- Hati yang Mulia | Anisatun Aminah
- Ibu, Engkau Karang Terkokoh di Tengah Lautan Kehidupanku | Fitria Nur Husnia
- Ini Janjiku | Lateeva Martufemi
- Mama Jangan Pergi | Widia Aslima
- Mama, Maaf | Sri Jayanti
- Mamakku, Bidadari Surga | Ria Hidayah
- Rindu Tak Tersampaikan untuk Mamah | Arik Febri Malindo Sari
- Senyum Menitikkan Air Mata | Endan Pratiwi Mashud
- Sepucuk Cinta Ibu | Nawank Wulan
- Sisa Waktuku | Muhammad Adi Fadlillah
- Surga di Telapak Kakimu, Mama | DSM Herlambang
- Tangis Bahagia | Mardiana Mahmuddin
- Terimakasih, Ma | Rahel Simbolon
- Wanita Terhebat Itu Adalah Mamaku | Kirania Nita
Catatan Penting:
- Mohon maaf, hanya naskah yang mengikuti syarat & ketentuan saja yang akan diupdate,
- Update berikutnya, insyaAllah tanggal 22 Desember 2012 (jika tidak ada kendala),
- Bagi yang belum copy-paste info lombanya dan men-tag rekan-rekannya (termasuk TRe), silakan disebarluaskan info lombanya,
- Sehubungan dengan animo peserta yang berpartisipasi pada kategori puisi, maka setelah ditimang (maksudnya ditimbang), diperhatinkan (maksudnya diperhatikan) dan dipusatkan (maksudnya diputuskanj)... dengan begitu untuk naskah PUISI akan ditambah kuotanya menjadi 77 naskah/ penyair sedangkan untuk FLASH FICTION dikerucutkan/ dirampingkan menjadi 22 naskah/ penulis,
- Bagi yang sudah mengirimkan salah satu kategori, semisal Puisi boleh mengirimkan Flash Fiction. Akan tetapi tidak menjamin keduanya dapat lolos, atau bahkan keduanya bisa saja tidak lolos penilaian dan atau dalam pemenuhan syarat & ketentuan.
Info Lebih Penting:
Jika ada kekeliruan NAMA PENA atau JUDUL NASKAH, silakan konfirmasi di kotak komentar pada catatan ini.
Info Undangan Menulis:
https://www.facebook.com/notes/tubagus-rangga-efarasti/info-undangan-menulis-puisi-dan-flash-fiction-mama-gelar-pahlawan-sepanjang-masa/388229814593157
Salam Gelas Kosong
[ berkarya untuk bangsa yang berbudaya dan berkarakter ]
***
Undangan Menulis Puisi dan Flash Fiction: “Mama, Gelar Pahlawan Sepanjang Masa”
Adapun sabda Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan supaya kita (anak) harus berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua, terutama kepada Mama:Kata Abu Hurairah R.A:Telah datang seorang lelaki lalu bertanya; “Ya Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak mendapatkan pelakuan yang baik dariku?”Beliau bersabda; “Ibumu!”Aku bertanya kembali; “Kemudian siapa, Ya Rasul?”Beliau bersabda; “Ibumu!”Aku bertanya kembali; “Kemudian siapa, Ya Rasul?”Beliau bersabda; “Ibumu!”Aku bertanya kembali; “Kemudian siapa lagi, Ya Rasul?”Beliau bersabda; “Bapakmu, kemudian orang yang lebih dekat denganmu, kemudian orang yang dekat denganmu!”(Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim)
- Puisi
- Flash Fiction
Syarat & Ketentuan Umum:
- Warga Negara Indonesia (WNI), tanpa batas usia, agama, pendidikan, suku, daerah, status ekonomi, pandangan politik dan tentunya Undangan Menulis ini untuk insan pembelajar.
- Naskah harus asli, orisinal karya sendiri, bukan kutipan, saduran, plagiat, copy paste, terjemahan, bukan karya orang lain atau menjiplak baik sebagian maupun keseluruhan dari naskah yang telah ada sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan, baik media massa cetak maupun media elektronik.
- Secara keseluruhan isi naskah (termasuk judul) menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan bahasa asing, bahasa daerah atau bahasa luar angkasa (baca: Alay). Jika ingin menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah harus ditulis miring (italic) dan diberi catatan kaki.
- Naskah tidak mengandung unsur SARA, pornografi, politik, diskriminasi, intimidasi dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
- Naskah diketik rapi;
- Kertas A4,
- Semua garis tepi 3 cm (Atas, bawah, kiri dan kanan),
- Jenis huruf Times New Roman dengan ukuran 12 pt,
- Untuk judul ditulis tebal (Bold) dan tidak diperkenankan menggunakan tema Undangan Menulis ini sebagai judulnya (Mama, Gelar Pahlawan Sepanjang Masa),
- Jarak garis atau jarak spasi 1,5 pt,
- Naskah Puisi maksimal 2 halaman, boleh kurang tapi tidak boleh lebih.
- Naskah Flash Fiction berjumlah 222 kata (tidak termasuk judul). Jumlah kata tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.
- Pada halaman awal naskah (tidak boleh terpisah), sertakan redaksi seperti berikut;
Untuk Ibuku (disesuaikan dengan panggilan rekan-rekan) ter .... (boleh tercinta, terbaik, tercantik, termanis, terhebat, atau ter-ter yang lainnya) :
Nama Ibu
Boleh juga menyertakan Tempat, tanggal, bulan dan tahun lahir Ibu (hayooo, ngaku siapa yang nggak tahu...)
Contoh:
Kategori : Puisi
Untuk Mamaku tercinta: Asliati
Bukit Tinggi, 8 Oktober 1953
- Pada halaman akhir naskah (tidak boleh terpisah), sertakan biodata narasi maksimal 50 kata.
Syarat dan Ketentuan Pengiriman Naskah:
- Peserta hanya boleh mengirimkan 1 naskah atau 1 karya terbaiknya (dipilih dari 2 kategori; Puisi saja atau Flash Fiction saja).
- Simpan (save) naskah dengan format Doc. atau Docx. (bukan Odt., RTF., PDF., dll.).
- File naskah diberi nama;
Contoh:
GK-Mama#Tubagus Rangga Efarasti#P# Sebingkai Doa Terangkai Cinta
- Naskah dikirimkan via inbox Facebook ke: Tubagus Rangga Efarasti:
- Salin (copy-paste) Info Undangan Menulis ini ke dalam catatan Facebook masing-masing dan tag 222 orang teman. Ups, selain kebanyakan ternyata memang tidak bisa sebanyak itu. Ya sudah, kalau begitu tag minimal 22 orang teman.
- Kemudian bergabung di Fanspage Gelas Kosong;
- Kemudian bergabung di Fanspage Tamasya Musafir Kata;
- Mau bergabung di grup Tamasya Apresiator (Tamtor)? Silakan kirim inbox kesediaannya kepada TRe. Dengan senang hati, kami siap membantu.
Garis Waktu:
- Undangan Menulis ini dibuka pada hari Kamis, 22 November 2012,
- Update peserta sementara I pada hari Minggu, 2 Desember 2012,
- Update peserta sementara II pada hari Sabtu, 22 Desember 2012,
- Update peserta final sekaligus penutupan (dead line) pada hari Senin, 31 Desember 2012,
Penghargaan:
- 99 naskah terbaik (49 Puisi dan 49 Flash Fiction + 1 naskah) akan dibukukan secara mandiri di Gelas Kosong Publishing.
- Seluruh peserta mendapatkan e-Sertifikat Piagam Penghargaan.
Catatan Penting:
Hanya naskah yang memenuhi syarat & ketentuan saja yang akan didata dalam update peserta.
Jika naskah yang sudah memenuhi kriteria penilaian, maka Undangan Menulis ini akan ditutup, bisa sebelum atau sesudah dead line.
Terima kasih banyak atas segala perhatiannya. Kami nantikan kehadiran rekan-rekan dalam karya Puisi atau Flash Fiction. Mohon maaf atas segala kekurangan akhir kata kami ucapkan;
Berkarya untuk Bangsa yang Berbudaya dan Berkarakter
22 November 2012
***
Tubagus Rangga Efarasti - Sebingkai Doa Terangkai Cinta
Musikalisasi Puisi: Tubagus Rangga Efarasti
Sebingkai Doa Terangkai Cinta
: Untuk mamaku tercinta
oh ibu ku cinta padamu, oh ibu ku sayang padamu
terima kasih kuucapkan atas semua jasa-jasamu
kini kukirimkan untukmu sebingkai doa terangkai cinta
maafkanlah salah khilafku, semoga engkau selalu bahagia
ibu, kau indah bersahaja
cinta dan kasih sayangmu sungguh luar biasa
teringat kembali masa kecilku yang bahagia
kauajari aku belajar banyak hal tentang dunia
dari merangkak, berjalan sampai berlari,
menulis, berhitung, menggambar dan mengeja
kaujaga diriku dari terbit sampai terbit kembali matahari
rasanya ingin kembali dimanja...
ibu, kau laksana bidadari
segala petuah dan doamu selalu mengiringi
langkah-langkah kecilku menjadi sangat berharga
kauajari aku belajar banyak hal tentang surga
dari berkata jujur, sholat sampai mengaji,
alif, ba, ta, sa..., selalu peka rasa, tutur bahasa
kaujaga diriku dari segala mara bahaya
meski rintangan selalu menguji...
ibu, kau seanggun purnama
sinar auramu terangi relung jiwa yang redup
senyum tulusmu enyahkan keluh kesah dan dilema
kauajari aku belajar banyak hal tentang hidup
dari peduli, memberi sampai berbagi
ilmu yang bermanfaat, harta hanya amanat
kaujaga diriku dengan cintamu yang tak terganti
‘tuk selamanya di sepanjang hayat...
oh ibuku yang baik hati
terima kasihku untuk semua kasih sayangmu padaku
oh Tuhanku Yang Maha Esa
sayangilah ibuku sebagaimana ia sayangi aku
Serang, 22 Desember 2010
Untuk mendengarkan dan men-download MP3, silakan klik di SINI.
Info Undangan Menulis, silakan klik di SINI.
***
Lirik Lagu Tubagus Rangga Efarasti - Tamasya Cinta (Tamta)
pada suatu ketika di Tamasyasetiap sisi relung hati jadi berartikita tulis semua tentang cintaoh tak ada satu pun yang akan tergantijalani hari dengan penuh semangattegur sapa dalam tuturan indahuntuk semua kisah manis di tamanyang nanti akan selalu kita rindukan
kita berjalan di derasnya sang hujancoba luangkan wajah-wajah kenanganyang terlukis waktu pertama kali kita bertemuhantarkan kedamaian dan takkan pernah jemuTamasya Musafir Kata dalam senandungdi raut rasa keluh kesah pun kini terapungcinta dan kasih sayang kita jadikan payungsebagai peneduh serta pelindung bagai lembayung
kita tulis semua tentang cintahanya di Tamasya Musafir Kata…
Free Download MP3 klik di SINI
Lirik Lagu Tubagus Rangga Efarasti - Kutang Barendo
Intro:
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah tamanung nan tuo-tuo
takana mudo nan dahulu
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh…
Welcome back with me again Tubagus Rangga Efarasti
in music culture of Indonesia;
Kutang Barendo, check this song...!!!
>>>
Reff:
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah tamanung nan tuo-tuo
takana mudo nan dahulu
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
ranca manjadi sopir oto
tiok bulan bakawan baru
Beat:
antah manga gadih jo bujang
lah gilo raun tiok, tiok hari
talingo lah samo basubang
nan bapakai imitasi
saroman sajo kasadonyo
baiak jantan baiak batino
jalan sairing baduo-duo
caliak dahulu mako disapo
Coda:
lailalah kutang barendo
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
nan lah malang tibo di ambo
tiok dapek indak katuju
Beat:
caliak lagak urang
antah apolah namonyo
lah malang nan gadih-gadih
tiok diawai tiok bapunyo
sajak dahulu sampai kini
barulah kini mulai tampak
lah manjadi bujang jo gadih
banyak nan tuo basipakak
Reff:
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah maradah sarang tampuo
elok dicaliak lah dahulu
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah tamanung gaek agogo
takano mudo nan dahulu
Beat:
antah manga gadih jo bujang
lah gilo raun tiok, tiok hari
talingo lah samo basubang
nan bapakai imitasi
saroman sajo kasadonyo
baiak jantan baiak batino
dek tak tantu ujung pangkanyo
sansaro juo jadinyo
Coda:
lailalah kutang barendo
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
nan lah malang tibo di ambo
tiok dapek indak katuju
Hot Beat:
mari cintai musik lokal dan budaya
biar terus berjaya
sampaikan lewat karya
dan kita tetap bergaya
biar mereka percaya
negeri Indonesia amatlah kaya raya
jangan cuma bisa berdiam saja
tanamkan mental baja
bukan waktu mengeja
jadilah kita raharja
biar negeri Indonesia tetap dipuja-puja
sang maharaja
Reff:
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah tamanung nan tuo-tuo
takana mudo nan dahulu
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
ranca manjadi sopir oto
tiok bulan bakawan baru
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah maradah sarang tampuo
elok dicaliak lah dahulu
lailalah kutang barendo
nan tampuruang sayak babulu
lah tamanung gaek agogo
takano mudo nan dahulu
***
nan tampuruang sayak babulu: batok kelapa yang ada serabutnya (sebenarnya masih nyambung dengan lirik sebelumnya kalau diartikan secara konotasi)
lah tamanung nan tuo-tuo: yang tua-tua hanya bisa termenung
takana mudo nan dahulu: saat mengingat masa muda dahulu
lailalah kutang barendo:
nan tampuruang sayak babulu:
ranca manjadi sopir oto: lebih baik menjadi supir mobil (daripada diam di rumah/ jalan-jalan tanpa tujuan maksudnya)
tiok bulan bakawan baru: tiap bulan berkawan/ mempunyai teman yang baru
Beat:
antah manga gadih jo bujang: entah mengapa gadis dan bujang
lah gilo raun tiok, tiok hari: gila/ senang jalan-jalan setiap hari
talingo lah samo basubang: telinga sama-sama beranting/ memakai anting
nan bapakai imitasi: yang dipakai imitasi/ palsu (oalah, mau nampang kok gak punya modal ya)
saroman sajo kasadonyo: sama saja semuanya
baiak jantan baiak batino: baik yang laki-laki maupun yang perempuan
jalan sairing baduo-duo: jalan beriringan berdua-dua (hehehe, asal jangan pegangan tangan ya)
caliak dahulu mako disapo: dilihat dulu baru disapa (maksudnya kalau kita menyapa lihat dulu mana yang laki-laki dan mana yang perempuannya, karena zaman sekarang dua-duanya sama saja atau tidak bisa dibedakan, baik cara berpenampilannya maupun sama-sama suka bertingkah laku yang aneh-aneh kalau pacaran)
lailalah kutang barendo:
lailalah kutang barendo:
nan tampuruang sayak babulu:
nan lah malang tibo di ambo: malangnya nasibku (gak mau ah, nasibmu saja)
tiok dapek indak katuju: tiap dapat (maksudnya pacar atau tiap kali pacaran) selalu tidak cocok
Beat:
caliak lagak urang (kini): lihat gaya anak zaman (sekarang)
antah apolah namonyo: entah apalah namanya (maksudnya nama gaya zaman sekarang, baik gaya berpenampilan maupun gaya berpacarannya)
lah malang nan gadih-gadih: kashian gadis-gadisnya
tiok diawai tiok bapunyo: tiap kali dekat tapi sudah ada yang punya (hihihi, kasihannya... untung TRE belum pernah mengalami seperti itu)
sajak dahulu sampai kini: sejak dahulu sampai sekarang
barulah kini mulai tampak: barulah sekarang mulai terlihat/ terjadi
lah manjadi bujang jo gadih: sudah menjadi bujang sama gadis (maksudnya baik laki-laki maupun perempan semakin menjadi-jadi)
banyak nan tuo basipakak: banyak orang tua jadi bertengkar (maksudnya karena tingkah laku seperti itu para orang tua menjadi bertengkar)
Reff:
lailalah kutang barendo:
nan tampuruang sayak babulu:
lah maradah sarang tampuo: mulai rendah sarang burung tempua (maksudnya karena pergaulan zaman sekarang membuat harga diri atau nilai kuantitas serta kualitas diri menjadi rendah)
elok dicaliak lah dahulu: bagusnya diliat lebih dahulu (nah, dengan demikian para orang tua atau orang yang ingin mencari pasangan hidup haruslah melihat/ mempelajari dahulu sebelum di akhirnya menyesal/ kecewa)
lailalah kutang barendo:
nan tampuruang sayak babulu:
lah tamanung gaek agogo: termenung para orang tua
takano mudo nan dahulu: teringat masa muda yang dahulu
Beat:
antah manga gadih jo bujang:
lah gilo raun tiok, tiok hari:
talingo lah samo basubang:
nan bapakai imitasi:
saromansa jo kasadonyo:
baiak jantan baiak batino:
dek tak tantu ujung pangkanyo: tidak tahu ujung pangkalnya (maksudnya pada akhirnya diri mereka mau dibawa ke mana)
sansaro juo jadinyo: sengsara juga jadinya (nah, makanya harus punya prinsip dalam hidup ini... ingat selalu ya, bahwa perempuan itu "membawa perut" dan laki-laki punya "seribu langkah")
Coda
Nah, bagaimana setelah mengetahui arti sesungguhnya dari lirik lagu Kutang Barendo ini. Jauh dari kesan pornografi dan bahkan sarat akan makna dan nasihat kan? Bisa kita simpulkan bersama bahwa ternyata lagu ini menceritakan tentang pergaulan anak muda pada zaman sekarang yang semakin berani dan sangat jauh berbeda dengan pergaulan para orang tua kita pada zaman dulu. Demikian saja pembahasan lirik lagu ini ya, kalau rekan-rekan Gelas Kosong berkenan dan berminat untuk mendengarkan lagunya (versi Tubagus Rangga Efarasti) atau mendengarkan lagu-lagu yang lainnya, langsung saja klik di SINI.
***
Kumpulan Lagu Karya Cipta Tubagus Rangga Efarasti (Gelas Kosong)
***
***
Jump
***
***
***
***
***
***
***
***
To Be Continue...



.jpg)







